JVPass - Technology and Trending Blog

Mengikuti perkembangan teknologi Augmented Reality diterapkan juga dalam fotografi

Augmented Reality (AR) merupakan teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi atau tiga dimensi ke dalam realitas atau kenyataan kemudian memunculkan atau memproyeksikan secara real time. AR dapat digunakan dalam membantu memvisualkan atau menampilkan konsep yang abstrak untuk pemahaman dan struktur suatu objek. Inti dari AR adalah melakukan interfacing untuk menempatkan obyek virtual ke dalam dunia nyata Aplikasi AR erat kaitannya dengan multimedia itu sendiri, dalam penerapannya aplikasi AR dirancang untuk memberikan interaksi dan informasi yang lebih detail dari suatu objek secara dua dimensi atau tiga dimensi. Pemanfaatan teknologi Augmented Reality dalam multimedia sangat berpengaruh di beberapa bidang, yaitu dalam bidang pendidikan, kesehatan, entertainment, bisnis, manufaktur, militer, desain rekayasa, robotik, dan lain sebagainya. Dalam pembangunan berkelanjutan saat ini peranan AR sangat tepat diterapkan di berbagai bidang multimedia, karena akan meningkatkan interaksi dan efektifitas dalam penyampaian suatu informasi. Pada bidang pendidikan teknologi AR dapat merangsang pola pikir peserta didik dalam berpikir kritis terhadap suatu masalah dan kejadian yang terjadi dalam lingkungan atau keseharian.

Kita akan segera melihat revolusi yang lebih maju lagi melalui augmented reality.
Kini stories akun Instagram kita menjadi lebih hidup dengan augmented reality alias AR Filter. Kita dapat menggunakan filter yang menyatu dengan realitas sehingga terlihat lebih hidup dan nyata. Contohnya filter hujan uang, wajah dengan banyak mata, hingga berubah menjadi tokoh kartun tertentu. Wajah kita tak hanya diganti dengan wajah tokoh kartun tetapi si tokoh ini akan ikut bergerak-gerak mata dan bibirnya. Sangat nyata. Para kreator ini menggunakan tools yang diproduksi oleh Spark AR Studio.

Sebenarnya langkah Instagram bukanlah hal baru. Snapchat telah melakukan hal ini sejak 2018 lalu melalui tools Lens Studio. Snapchat mengumumkan bahwa sudah ada 250 ribu kreator yang membuat AR Filternya sendiri dan dilihat oleh pengguna lain hingga 15 milyar kali. Kehadiran para kreator ini pun kini menjadi ladang mata pencaharian baru. Seperti layaknya kreator di Instagram maupun Youtube, para kreator AR Filter ini bekerja sama dengan berbagai brand. Mereka dibayar seribu hingga 30 ribu dolar per proyek.

Tentu saja kepopuleran filter mengembalikan kejayaan Snapchat dengan secepat kilat. Snapchat segera mendapatkan 13 juta pengguna baru. April lalu, Snapchat juga melakukan pagelaran besar-besaran dalam merilis proyek filter lebih ambisius. Kali ini, kita hanya dapat menggunakan filter-filter tersebut di lokasi-lokasi ikonik di seluruh dunia. Misalnya ketika kita pergi ke Menara Eiffel dan mengarahkan kamera maka akan muncul AR Filter yang khusus muncul di sana. Jika kita pergi ke tempat ikonik di belahan dunia lain, filter yang muncul akan berbeda.

Kini fotografi tak lagi hanya memproduksi foto-foto bagus dari kamera genggam atau ponsel pintar. Kita telah memasuki era di mana melalui fotografi sebuah realitas baru dapat tercipta. Realitas ini tak dapat dilihat dengan mata telanjang melainkan melalui aplikasi. Filter telah menciptakan dunia yang penuh imajinasi. Saat mengarahkan kamera ke suatu gedung, kita tak melihat sebuah gedung pencakar langit biasa. Gedung itu justru dapat meliuk-liuk, memiliki mata, memuntahkan pelangi, hingga mengeluarkan kembang api dari pucuknya.

berikut contoh AR dalam postingan instagram ( effect kumis, jenggot dan tattoo )

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ata Wiyata (@atawiyata)

Seluruh evolusi dari fotografi ini dapat kita nikmati karena Snapchat terus mengumpulkan ratusan—atau mungkin ribuan—foto setiap harinya dari suatu tempat ikonik di dunia. Dengan menambahkan foto baru setiap harinya, filter yang akan digunakan di dalam Snapchat menjadi lebih akurat dari berbagai sudut pandang juga dapat menawarkan gambaran baru. Meski hal ini belum dilakukan oleh Instagram, bukan tak mungkin Instagram akan segera melakukan langkah yang sama. Seperti halnya ketika Instagram “mencuri” pengguna Snapchat saat mulai menambahkan fitur stories dan filter ke dalam storiesnya. Kita akan segera melihat revolusi yang lebih maju lagi melalui augmented reality.

 

referensi artikel:

– https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/225

– https://www.cultura.id/era-baru-fotografi-dalam-augmented-reality

 

[INFEEDUNIT]
Get Code
Share Me On
Get Code

Leave a Comment