JVPass - Technology and Trending Blog

Inilah Tantangan Kesiapan Yang Dihapadi Oleh Tenaga Kesehatan Dalam Memanfaatkan Kecerdasan Buatan Di Era Industri 40

Direktorat Jenderal Kesehatan menyelenggarakan Jambore Virtual Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di seluruh Indonesia sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional ke-56 pada 12 November 2020.

Acara dibuka oleh Menteri Kesehatan, Letjen (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. rad. (K) melalui Online. Melalui pesan pembukaannya, Terawan mengingatkan pentingnya membangun kesadaran seluruh masyarakat agar mereka tahu, mau dan mampu berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Pemerintah telah berupaya memenuhi segala macam sumber daya yang dibutuhkan dan tenaga kesehatan terus bahu membahu melakukan rangkaian 3T yaitu mass tracing, testing, dan treatment, mengedukasi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan untuk melindungi diri. , keluarganya, masyarakat dan bangsanya dari pandemi Covid-19.19, untuk itu, petugas kesehatan dan masyarakat diminta untuk mendisiplinkan protokol kesehatan, guna mencegah terpaparnya Covid-19. Sekuat apapun pemerintah Upaya itu, tidak akan cukup jika tidak didukung oleh masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasinya kepada para tenaga kesehatan yang terus bekerja keras merawat pasien Covid-19.

“Saya mengapresiasi para tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah berdedikasi tinggi dalam berjuang menyelamatkan bangsa dari pandemi Covid-19,” kata Terawan.

Pada kesempatan yang sama, beberapa nara sumber diundang untuk mengikuti Jambore Virtual, diantaranya Dirjen Kesehatan Masyarakat dr. Kirana Pritasari, MQIH didampingi Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dr. Riskiyana S. Putra, M.Kes, Direktur Kesehatan Keluarga, dr. Erna Mulati, M.Sc (CMFM), Direktur Penyehatan Lingkungan, dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO, dan Direktur Gizi Masyarakat, Dr. RR. Dhian Probhoyekti, SKM, MA.

”Kita harus terus berupaya agar masyarakat sadar akan masalah yang mereka hadapi, dan mencari solusi,” kata Kirana mengawali pengalamannya lebih dari 30 tahun sebagai tenaga kesehatan.

“Dibutuhkan peran serta masyarakat dalam mengubah perilaku hidup bersih dan sehat,” imbuhnya.

Kirana juga mengajak tenaga kesehatan di Puskesmas sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk dapat mengedukasi di tengah pandemi, agar tetap aman, sehat dan tetap produktif.

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dr. Riskiyana S. Putra, M.Kes juga menyampaikan pandangannya terkait upaya tenaga kesehatan dalam alih teknologi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing khususnya dalam menghadapi pandemi saat ini.

“Petugas kesehatan di era saat ini berada di tengah industri 4.0 yang artinya mulai bergeser dari upaya kuratif ke promotif dan preventif melalui kecerdasan buatan (artificial intelligence) di tengah pandemi Covid-19,” ujar Riskiyana. .

Perhimpunan Penggerak dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) menjelaskan peran tenaga promosi kesehatan dalam pemberdayaan masyarakat untuk pencegahan dan pengendalian COVID-19. Sebagai organisasi profesi Dr. Rita Damayanti, MSPH, mengungkapkan kepeduliannya terhadap masa depan.

“Pada awal pandemi, semuanya dibebankan ke rumah sakit, jadi kami harus meratakan kurva dengan menekan penularan agar rumah sakit tidak kewalahan dan menempatkan Promosi Kesehatan di garis depan,” katanya.

“Karena itulah PPPKMI mendukung Puskesmas melalui pemantauan ODP dan PDP (istilah saat itu), memberikan pelayanan dasar, menjangkau kelompok 4 atau kelompok marginal untuk pencegahan Covid-19, dan terlibat dalam tugas COVID-19 angkatan, dengan pembekalan, pelayanan, edukasi, komunikasi dan sosialisasi,” jelasnya.

 

referensi artikel:

– https://www.liputan6.com/news/read/4433326/tantangan-kesiapan-tenaga-kesehatan-dalam-memanfaatkan-artificial-intelligence-di-era-industri-40

[INFEEDUNIT]
Get Code
Share Me On
Get Code

Leave a Comment